Senin, 01 Oktober 2012

Materi Pembelajaran Matematika Kelas VI "Volume Kubus"



Suatu kebahagian tersendiri bagi saya apabila dapat berbagi sesuatu yang bisa bermanfaat, adalah sebuah keasikan sendiri ketika mencari sesuatu yang kita butuhkan kemudian tiba-tiba dapat diperoleh dengan mudah. Dasar itulah yang kemudian saya coba membuat berbagai media pembelajaran berbentuk slide, yang tentunya banyak dibutuhkan untuk membantu para guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Berikut saya bagikan secara gratis slide Pembelajaran Matematika Kelas VI mengenai materi Volume Kubus.

Semoga bermanfaat. Dan jika ingin menyimpannya, klik saja di sini…!!


Senin, 10 September 2012

Menyampaikan Kritikan Dengan Alasan yang Logis (Bahasa Indonesia Kelas VI)

Untuk menyimpan file di bawah, silahkan kilik di sini...!!

Senin, 03 September 2012

Pembelajaran Kelas VI SD "Pangkat dua dan Pangkat tiga"

Slide ini dibuat khusus untuk media pembelajaran matematika kelas VI dalam materi Pangkat dua dan pangkat tiga. Slidenya memang sangat sederhana, tapi materinya sudah lengkap dari penjelasan, contoh sampai dengan soal latihannya. Semoga slide pembelajaran ini dapat beguna dan memudahkan bapak dan ibu dalam pembelajaran di dalam kelas. Jika ingin menyimpan slide ini, silahkan klik di sini.

Minggu, 02 September 2012

Power Poin Pembelajaran Kelas II

Bagi bapak dan ibu guru yang membutuhkan power poin pembelajaran silahkan boleh mendownload di blog ini. Semoga slide-slide ini bisa bermanfaat bagi bapak dan ibu semuanya, yang mempunyai komentar, silahkan tinggalkan komentar, saran, atau pendapatnya di ruang komen di bawah power poin. Terima kasih. Jika bapak dan ibu mau menyimpan slide ini klik saja di sini.




Selasa, 21 Februari 2012

PREDIKSI MATERI SOAL,Bahasa Indonesia, IPA, IPS PKn dan Matematika UJI KOMPETENSI AWAL

Banyak sekali bapak dan ibu guru yang kebingungan mencari bahan untuk mempersiapkan diri menghadapi tes Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru tahun  2012 yang menurut jadwal akan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayan Indonesia. Kebingungan itu paling sangat dirasakan oleh Guru Kelas di SD. Karena  Guru Kelas dituntut untuk menguasai 5 mata pelajaran, lengkap dengan penguasaan materi didaktik dan metodiknya.Ada pun Jadwal pelaksanaan UKA tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu tanggal 25 Februari 2012.
Sebagai upaya mempersiapkan bahan materi hasil kajian berdasarkan Kisi-Kisi dari web sergur, saya mencoba memprediksi sendiri, kira-kira materi apa yang akan muncul dalam soal Uji Kompetensi awal tersebut. Bapak dan ibu calon peserta Tes Uji Kompeten Awal (UKA), dapat mendownload hasil ramuan saya itu dengan hanya mengklik poin-poin per mata pelajaran yang terdapat di bawah ini.
Semoga hasil rangkuman prediksi ini dapat dijadikan referensi. Dan mudah-mudahan pula dengana adanya prediksi ini bapak dan ibu akan terus mencari bahan lain sebagai perbandingan dan melengkapi kekurangan dari materi yang saya sampaikan dalam blog ini.
  1. PREDIKSI MATERI SOAL IPA. Download di sini
  2. PREDIKSI MATERI SOAL IPS. Download di sini.
  3. PREDIKSI MATERI SOAL PKn. Download di sini
  4. PREDIKIS MATERI SOAL MATEMATIKA. Download di sini.
  5. PREDIKIS MATERI SOAL BAHASA INDONESIA. Download di sini
Jika ada saran, kritik dan pendapat yang dapat memperbaiki blog ini, silahkan tinggalkan komentar.
Terimakasih.

Sabtu, 18 Februari 2012

PREDIKSI MATERI SOAL UJI KOMPETENSI IPA BERDASARKAN KISI-KISI SOAL GURU KELAS SD

 KISI-KISI DAN PREDIKSI MATERI SOAL
UJI KOMPETENSI AWAL
SERTIFIKASI GURU KELAS SD
(RUDI, S.Pd) www.bloggurudarirumpin.blogspot.com
MATERI PEMBELAJARAN IPA

5.1.2 Merumuskan tujuan pembelajaran (proses, produk, dan sikap) sifat benda padat, cair dan gas sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi ajar.
Beberapa rumusan tujuan pembelajaran (prose, produk, dan sikaf) sifat benda padat, cair dan gas, diantaranya :
1.      Melalui pengamatan siswa dapat menjelaskan sifat-sifat benda padat, cair dan gas.
2.      Dengan percobaan, siswa  dapat mengelompokkan benda-benda padat, cair dan gas.
3.      Melalui pengamatan siswa dapat member contoh pemanfaat benda padat, cair dan gas dalam kehidupan sehari-hari.

5.1.3 Merancang kegiatan pembelajaran IPA melalui penyelidikan ilmiah agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan IPA
Guru menyiapkan pembelajaran IPA dengan model pembelajaran inkuri, dimana siswa melakukan penyelidikan dan pengamatan melalui observasi untuk menemukan jawaban-jawaban dari rasa ingin tahu yang dimiliki oleh siswa.
Dalam kegiatan ini guru menyiapkan lembar pengematan bagi siswa agar siswa mencatat semua proses pengamatannya sehingga mendapatkan kesimpulan akhir berkenaan dengan pembelajaran IPA.

5.1.4 Mengkombinasikan beragam pendekatan/ strategi/ metode/ teknik pembelajaran IPA untuk mencapai tujuan pembelajaran (produk, proses, dan sikap ilmiah)
Pembelajaran IPA berawal dari rasa ingin tahu, kemudian melakukan proses penyerapan pengetahuan dari pengetahuan berkembang menjadi ilmu pengetahuan. Perolehan di dapat melalui percobaan, didukung oleh fakta, menggunakan metode perpikir yang sitematik sehingga dapat diterima secara universal. Ilmu pengathuan yang diperoleh ini untuk selanjutnya dnamakan produk. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan merupakan suatu proses. Dimulai dengan adanya masalah, kemudian berupaya untuk mengumpulkan informasi yang relevan, mencari beberapa alternatif jawaban, memilih jawaban yang paling mungkin benar, melakukan percobaan, dan memperoleh kesimpulan. Tahapan akhirnya, dimana proses pembuktian ilmiah telah terselesaikan, maka timbullah sikaf ilmiah .

6.      5.1.5 Menggabungkan beragam asessmen dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran IPA (produk, proses, dan sikap ilmiah)
Dalam mengevaluasi pembelajaran IPA perlu adanya upaya pengabungan asessmen. Asessmen adalah gabungan dari semua metode yang dikemas dan digunakan untuk menilai kinerja siswa, baik secara perseorangan maupun secara kelompok. Asessmen sistem penilaian yang merujuk pada penilaian menyeluruh meliputi beberapa asfek yang dimiliki siswa, meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikaf.
Asesmen adalah suatu kegiatan mengevaluasi pendidikan dengan cara mengumpulkan data dan informasi mengenai siswa untuk menentukan strategi pengajaran yang tepat.

6.2.1 Menganalisis proses-proses fotosintesis pada tumbuhan
Fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air, dan karbon dioksida. Air diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar menuju daun. Karbon dioksida diserap dari udara oleh daun melalui mulut daun atau stomata. Melalui fotosintesis, air dan karbon dioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan energi cahaya matahari. Apabila energi cahaya matahari

6.2.2 Menyimpulkan macam-macam pengangkutan pada tumbuhan
Macam-macam pengangkutan pada tumbuhan, yaitu :
1.    Jaringan Xilem
Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman . fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut,
-  Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan
   trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang
-  Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing
-  Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan,
   tannin dan Kristal
2.    Jaringan Floem
Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut,
-  Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang
-  Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel
   tapis serta plasmanya pekat
-  Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan
   dindingnya tebal
-  Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil
   yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar,
   atau Kristal.

6.2.3 Menggambarkan hubungan manusia, lingkungan dan pemeliharaannya
Manusia dan lingkungannya merupakan sebuah proses saling ketergantungan satu sama lain. Manusia dan lingkungan membentuk suatu ekosistem. Dalam ekositem yang utuh tersebut terdapat habitat-habitat yang kelestariannya harus senantiasa terjaga. Keberlangsungan hidup habitat-habitat mahluk hidup menjadi suber keseimbangan ekosistem.Untuk menjaga keseimbangan ekosistem maka ditempuh beberapa cara. Beberapa cara untuk pemeliharaan lingkungan yaitu :
1.      Ek stitu (konservasi ek situ adalah upaya konservasi suatu species di luar habitat aslinya.)
2.      In situ (Konservasi in situ adalah upaya konservasi suatu species di habitat aslinya)

6.3.1 Menganalisis gangguan-gangguan pencernaan makanan pada manusia.
Berbagai penyakit dan gangguan (kelainan) dapat menyerang alat pencernaan. Penyakit dan gangguan itu dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Selain itu, juga karena masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh seperti bakteri dan virus. Di bawah ini beberapa penyakit yang dapat menyerang alatalat pencernaan.
1.      Mag (Radang Lambung) Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih dan mual. Penyakitmag disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita tidak segera makan pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam lambung (asam klorida) yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung.
2. Apendisitis (Radang Umbai Cacing) Radang pada umbai cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kananbawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan kecil pada usus buntu (sekum). Penyakit ini disebabkan adanya makanan yang masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di apendiks tersebut dapat mengakibatkan radang.
3.   Disentri Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang yaituusus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar terusmenerus. Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan dan perlengkapan makan.
4.   Sembelit Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini disebabkanmakanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat dapat mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan. Contoh makanan berserat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan.

6.3.2 Menganalisis kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan manusia
Proses pernapasan dapat terganggu jika ada salah satu alat pernapasan mengalami gangguan. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman maupun polusi udara. Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut.
a.      Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang masuk dan mengganggu pernapasan.
b.      Sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok. Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas.
c.       Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan. Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut. 1) Udara yang tercemar oleh asap dan debu. 2) Udara yang terlalu dingin. 3) Keadaan jiwa penderita, misalnya stres dan tekanan emosi.
d.      Radang paru-paru karena bakteri Tuberkulosis. Radang yang disebabkan oleh bakteri ini biasa disebut TBC paru-paru.
e.       Bronkitis yaitu adanya peradangan pada batang tenggorok (bronkus).
f.        Polip merupakan penyempitan saluran pernapasan akibat terjadinya pembengkakan  kelenjar limfe.

6.3.3 Mengabstraksi ciri hewan invertebrate
Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, "lintah laut", atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai.
Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru

6.4.1 Memilih alat ukur yang sesuai dengan besaran yang diukur
Beberapa alat ukur, yaitu :
1.      Meteran/mitar (mengukur panjang)
2.      Termoter  (mengukur suhu)
3.      Neraca (Mengukur berat)
4.      Makro meter scrup.

6.5.1 Mengkategorikan penyebab perubahan sifat benda.
Setiap benda mempunyai sifat tertentu yang membedakannya dengan benda lain. Sifat benda meliputi bentuk, warna, kelenturan, kekerasan, dan bau.
Sifat-sifat benda tersebut dapat berubah jika mengalami proses :
1.      Pemanasan
2.      Pembakaran
3.      Pencampuran dengan air
4.      Pembusukan

6.6.1 Menganalisis sifat-sifat cahaya
Sifat-sifat cahaya adalah :
1.      Cahaya merambat lurus
2.      Cahaya dapat dipantulkan (Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur)
3.      Cahaya dapat dibiaskan (Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan)
4.      Cahaya dapat diuraikan (Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna.)

6.6.2 Menyelidiki konsep kelistrikan dan  kemagnetan
Konsep kelistrikan dan kemagnetan memiliki kesamaan, listrik dan magnet sama-sama berbentuk arus yang memiliki dua kutub, yaitu kutub negative dan kutub positif.

6.6.3 Menganalisis jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari
beberapa macam gaya berdasarkan sumbernya, antara lain gaya gravitasi, gaya magnet, dan gaya gesek.

6.6.4 Memprediksi peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari
Beberapa hal dalam kehidupan sehar-hari yang berkaitan dengan proses pemuaian benda, yaitu
1.      Rel kereta pada bagian sambungannya dipasang renggang agar saat siang hari Diana sinar matahari memanasi bumi, maka rel kerata tersebut di melengkung/bengkok.
2.      Pemasangan kaca jendela yang sengaja dibuat agak kendor, agar saat terkena panas tidak pecah.

6.6.5 Menganalisis peran kalor dalam mengubah suhu benda.
Beberapa cara kalor mengubah suhu benda, diantara dengan proses :
1.      Konveksi (perambatan panas diikuti dengan perpindahan zat)
2.      Konduksi (Perambatan panas dengan tidak diikuti perpindahan zat)
3.      Radiasi (Perambatan panas tanpa pelantara).

6.7.1 Mengelompokkan planet-planet dalam tata surya
Berdasarkan letak planet terhadap bumi, planet dikelompokkan menjadi planet dalam dan planet luar. Planet dalam terdiri terdiri dari Merkurius dan Venus karena kedua planet ini berada di dalam orbit bumi. Sedangkan Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus disebut planet luar karena berada di luar orbit bumi.

6.7.2 Menganalisis proses terjadinya tata surya
Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.
6.7.3 Mengidentifikasi lapisan-lapisan bumi.
Bumi tersusun atas tiga lapisan. Lapisan Bumi mulai dari lapisan terluar sampai terdalam yaitu kerak, selubung, dan inti. Inti terdiri atas inti luar dan inti dalam. Keadaan ketiga lapisan Bumi tersebut dijelaskan dalam uraian berikut.
1.    Kerak
Kerak adalah lapisan terluar permukaan bumi yang berupa batuan keras dan
dingin setebal 15–60 km. Pada lapisan kerak bagian atas, batuan telah mengalami pelapukan membentuk tanah. Di permukaan lapisan kerak inilah makhluk hidup tinggal dan menjalani hidupnya. Daratan terbentuk dari kerak benua. Sebagian besar kerak benua terbentuk dari batuan yang disebut granit. Dasar samudra terbentuk dari kerak samudra. Kerak samudra sebagian terbentuk dari batuan yang disebut basal.
2.    Selubung atau Mantel
Selubung atau mantel merupakan lapisan di bawah kerak yang tebalnyamencapai 2.900 kilometer. Lapisan mantel merupakan lapisan yang paling tebal. Mantel terletak di antara lapisan inti luar dengan kerak. Lapisan ini terdiri atas magma kental yang bersuhu 1.400°C–2.500°C.
3.    Inti
Inti terdiri atas dua bagian, yaitu inti luar dan inti dalam. Lapisan inti luar merupakan satu-satunya lapisan cair. Inti luar terdiri atas besi, nikel, dan oksigen. Lapisan ini mempunyai tebal ±2.255 kilometer. Adapun lapisan inti dalam setebal ±1.200 kilometer. Inti dalam merupakan bola logam yang padat dan mampat, bersuhu sangat panas sekitar 4.500°C. Lapisan ini terbentuk dari besi dan nikel padat. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi.


Rabu, 15 Februari 2012

CIRI KHUSUS PADA HEWAN

RAKUMAN MATERI IPA KELAS VI
CIRI KHUSUS PADA HEWAN

1.   Setiap hewan memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan hewan lain. Ciri khusus ini berhubungan dengan kemampuannya untuk bertahan hidup. Dengan ciri khusus yang dimilikinya, hewan dapat tetap bertahan hidup.
2.   Ciri khusus pada cecak memiliki perekat pada setiap ujung jari kakinya. Dengan perekat inilah kaki cecak dapat menempel di dinding. cecak mempunyai kemampuan autotomi. Cecak dapat memutuskan ekornya secara tiba-tiba. Cecak melakukan autotomi saat ditangkap mangsa. Dengan begitu, cecak dapat melarikan diri. Ekor cecak yang putus dapat tumbuh kembali.
3.   Ciri Khusus bebek terdapat pada kaki bebek, setiap jarinya dihubungkan dengan selaput. Dengan kaki berselaput, bebek dapat berenang. Selain bebek, kaki berselaput juga dimiliki angsa. Sementara, ayam tidak memiliki jari berselaput.
4.   Ciri khusus pada kelelawar. Kelelawar memiliki indra pembau dan pendengar yang tajam. Dengan penggabungan keduanya, kelelawar dapat menemukan makanan. Kelelawar dapat menentukan arah terbang dan menghindari tabrakan. Kelelawan hewan yang mencari makannannya pada malam hari. Kelelawar juga memiliki kemampuan ekolokasi, dengan suara ultrasonic yang dikeluarkannya saat terbang, ia dapat menentukan dimana letak mangsanya, dan menghindari bertabrakan dengan benda lain.
5.   Semut memiliki ciri khusus pada dua antene di kepalanya, dengan antene tersebut semut dapat menyentuh, membau dan merasakan getaran bunyi. Sedangkan mulut pada semut dipergunakan untuk mengecap. Semut berkomunikasi dengan semut lain dengan antenanya. Semut juga dapat mengeluarkan bau khusus untuk menyatakan bahaya atau letakan dimana terdapat makanan.
6.   Ciri khusus pada kucing. Kucing memiliki mata yang dapat menyala saat terkena cahaya pada malam hari. Kucing bergigi taring tajam karena pemakan daging. Kucing memiliki cakar yang tajam dan kuat untuk menangkap dan membunuh mangsanya. Kucing memiliki alat keseimbangan yang terdapat di dalam daun telinganya, sehingga jika jatuh dari ketinggian kucing tetap dapat mendarat dengan cara berdiri.
7.   Ciri khusus pada landak. Landak memiliki bulu berbentuk duri yang tajam dan kuat. Duri-duri itu akan berdiri saat landak menghadapi ancaman dari predator. Dan jika berhasil menancapkan bulunya, maka lawannya akan terluka, bahkan durinya tersebut akan menancap dan menempel di tubuh lawannya. Landak adalah hewan pengerat yang sering tinggal dilubang-lubang tanah.
8.   Ciri khusus pada ikan cumi. Ikan cumi memili tentakel yang berotot lentur dapat mengkerut dan memanjang sehingga dapat bergerak dengan cepat. Cumi-cumi dapat mengeluarkan tinta berwarna pekat. Cumi-cumi juka mampu memancarkan cahaya warna-warni pada tubuhnya, fungsinya untuk memikil mangsanya agar mendekat untuk kemudian dapat dengan mudah ditangkap dan dimangsa olehnya.